top of page

Pompa Axial Flow vs Sewage Pump: Mana yang Tepat untuk Proyek Pengendalian Banjir Anda?

Writer: Sumber Tiga Jaya
Sumber Tiga Jaya
Sep 18
4 min read

Updated: 19 hours ago

Tahun 2027 akan menjadi tahun dengan salah satu alokasi anggaran pengendalian banjir terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU mengalokasikan Rp30,66 triliun (sumber:Ditjen SDA) melanjutkan pembangunan bendungan, irigasi, serta pengendalian banjir dan pantai pada RAPBN 2027. Di tingkat kota, Surabaya saja menganggarkan lebih dari Rp1 triliun khusus untuk penanganan banjir di sekitar 200 titik genangan prioritas, sementara Jakarta terus mengejar target 70 unit sistem polder — sistem drainase berbasis pompa — sebagai bagian dari master plan pengendalian banjirnya.

Dengan skala anggaran sebesar ini, permintaan terhadap unit pompa pengendali banjir akan meningkat signifikan sepanjang tahun mendatang. Namun ada satu kesalahan spesifikasi yang paling sering terjadi justru di tahap paling awal: menyamaratakan pompa axial flow dan sewage pump sebagai “pompa banjir” yang bisa saling menggantikan. Padahal keduanya dirancang untuk menangani kondisi air yang sangat berbeda — dan salah pilih di antara keduanya bisa berarti pompa tersumbat dalam hitungan minggu, atau performa jauh di bawah kapasitas yang dibutuhkan.


Kenapa Perbedaan Ini Sering Terlewat


Baik pompa axial flow maupun sewage pump sama-sama bisa dipasang dalam konfigurasi submersible, sama-sama mampu menangani debit besar, dan sama-sama muncul dalam katalog sebagai “solusi pengendali banjir”. Tapi di baliknya, keduanya punya filosofi desain impeller yang bertolak belakang — satu dioptimalkan untuk memindahkan volume air sebesar mungkin secepat mungkin, satu lagi dioptimalkan untuk menangani air yang kotor dan penuh material padat tanpa tersumbat.


Apa Itu Pompa Axial Flow?


Pompa axial flow menggunakan impeller terbuka yang mendorong air sejajar sumbu putarnya — desain yang dioptimalkan murni untuk efisiensi debit pada head rendah, bukan untuk menangani kandungan padatan. Sebagai gambaran, unit axial flow berkapasitas besar yang umum dipakai untuk normalisasi sungai biasanya dirancang dengan batas kandungan padatan maksimum yang sangat rendah — pada salah satu unit axial flow kapasitas 10.800 m³/jam yang pernah kami ulas, batas maksimum kandungan solid dalam spesifikasinya hanya 1,0 g/m³. Artinya, pompa ini dirancang untuk air sungai atau kanal yang relatif bersih dari sampah dan material padat besar, bukan untuk air yang bercampur sampah rumah tangga atau lumpur pekat.


Cocok untuk: normalisasi sungai, kanal besar, kolam retensi, dan stasiun pompa banjir dengan sumber air yang relatif bebas sampah padat.


 Apa Itu  Sewage Pump?


Sewage pump (pompa air kotor) dirancang justru untuk kondisi sebaliknya: air yang bercampur material padat, serat, dan sampah. Untuk mencegah tersumbat, sewage pump menggunakan salah satu dari beberapa desain impeller anti-sumbat:

  • Vortex impeller — menciptakan pusaran air di dalam casing sehingga padatan terdorong melewati pompa tanpa kontak langsung dengan impeller, mengurangi risiko tersangkut

  • Channel impeller — memiliki jalur aliran lebih lebar yang dirancang khusus agar material padat dan serat bisa lewat tanpa menyumbat

  • Grinder pump — dilengkapi mata pisau yang mencacah sampah dan material padat besar menjadi potongan lebih kecil sebelum dipompa keluar


Cocok untuk: sistem polder perkotaan yang menampung limpasan air hujan bercampur sampah jalanan, saluran drainase permukiman padat, sistem pengolahan air limbah, dan titik genangan yang berdekatan dengan area domestik.


Tabel Perbandingan


tabel perbandingan pompa axial flow dan pompa submersible pump

Kesalahan Spesifikasi yang Sering Terjadi di Lapangan


Dua skenario kesalahan paling umum yang kami temui pada proyek pengendalian banjir:

  1. Memasang pompa axial flow di titik yang seharusnya pakai sewage pump. Ini biasa terjadi pada sistem polder atau saluran drainase dekat permukiman, di mana sampah rumah tangga, plastik, dan material padat lain ikut terbawa air hujan. Impeller axial flow yang terbuka dan tidak dirancang anti-sumbat akan cepat tersangkut sampah, menyebabkan penurunan performa drastis atau kerusakan mekanis dalam waktu singkat.

  2. Memasang sewage pump di kanal atau kolam retensi besar yang butuh debit sangat tinggi. Karena desain anti-sumbat pada sewage pump umumnya mengorbankan sebagian efisiensi debit murni dibanding axial flow, menggunakan sewage pump untuk kebutuhan debit sangat besar pada head rendah berarti butuh lebih banyak unit atau biaya energi lebih tinggi untuk mencapai kapasitas yang sama.


Bagaimana Menentukan Pilihan yang Tepat


Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sebelum menentukan jenis pompa untuk titik pengendalian banjir tertentu:

  • Apa sumber airnya? Air sungai/kanal terbuka cenderung lebih bersih dari sampah padat dibanding limpasan air hujan dari kawasan permukiman padat penduduk

  • Apakah lokasi berdekatan dengan area domestik atau pasar yang berisiko tinggi menyumbang sampah plastik dan material padat ke saluran?

  • Berapa rasio kebutuhan debit terhadap head? Kebutuhan debit sangat besar pada head sangat rendah umumnya lebih efisien dengan axial flow, sementara kebutuhan yang lebih fleksibel dengan risiko penyumbatan tinggi lebih aman dengan sewage pump

  • Apakah sistem dilengkapi trash rack atau screen di depan pompa? Jika ada penyaringan sampah sebelum air masuk ke pompa, risiko penyumbatan pada axial flow bisa berkurang signifikan — namun ini menambah kebutuhan perawatan rutin untuk membersihkan saringan


Rekomendasi


Untuk kebutuhan normalisasi sungai, kanal besar, dan kolam retensi dengan debit sangat tinggi, lini axial flow dan mixed flow submersible pump dari Caprari maupun Triolo — sebagaimana telah kami bahas pada unit berkapasitas 3.000 liter/detik sebelumnya — tetap menjadi solusi paling efisien dari sisi biaya energi per liter debit.

Untuk kebutuhan sistem polder perkotaan dan drainase kawasan permukiman yang berisiko tinggi terhadap sampah dan material padat, lini sewage submersible pump dalam jajaran produk Caprari dan Triolo yang kami distribusikan dirancang khusus untuk menangani kondisi tersebut tanpa risiko penyumbatan yang sama.

Dengan besarnya alokasi anggaran pengendalian banjir tahun 2027 — baik di tingkat kementerian maupun pemerintah kota — memastikan spesifikasi pompa yang tepat sejak tahap perencanaan akan menentukan apakah investasi tersebut benar-benar efektif mengurangi genangan, atau justru menghadapi kegagalan operasional dini akibat kesalahan pemilihan jenis pompa.

Tim teknis kami di Sumber Tiga Jaya siap membantu menentukan jenis pompa — axial flow, mixed flow, atau sewage — yang paling sesuai dengan karakteristik air dan risiko sampah di lokasi proyek pengendalian banjir Anda.

Kunjungi sumbertigajaya.com untuk konsultasi pompa Triolo dan Caprari untuk proyek pengendalian banjir Anda.


Data anggaran bersumber dari pemberitaan RAPBN 2027 Kementerian PU dan APBD Surabaya 2027, untuk memberikan konteks skala kebutuhan proyek pengendalian banjir mendatang.

 
 
 

Comments


bottom of page